Nastech Logo Nastech

Home News E-Commerce dan Bisnis Online

E-Commerce dan Bisnis Online

Biaya Membuat Website 2026: Domain, Hosting, dan Jasa

Biaya Membuat Website 2026: Domain, Hosting, dan Jasa

Mau bikin website di 2026 tapi bingung harus menyiapkan budget berapa? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya bisa sangat berbeda. Ada website yang bisa dibuat dengan biaya di bawah satu juta rupiah. Ada juga yang menghabiskan puluhan bahkan ratusan juta karena membutuhkan sistem custom, integrasi pembayaran, dashboard admin, sampai fitur internal perusahaan. Jadi kalau ada yang bilang, “Bikin website cuma Rp500 ribu,” itu belum tentu salah. Begitu juga kalau agency menawarkan Rp10 juta. Yang perlu dilihat adalah apa yang sebenarnya kamu dapatkan. Secara umum, biaya membuat website 2026 terdiri dari tiga komponen utama: domain, hosting, dan biaya pembuatan atau jasa developer. Setelah website berjalan, biasanya masih ada biaya tambahan seperti maintenance, plugin, email bisnis, atau layanan pihak ketiga. Supaya nggak salah hitung, mari kita bedah satu per satu.

Biaya Membuat Website 2026 Dimulai dari Domain

Domain adalah alamat website kamu.

Contohnya:

tokokamu.com

bisnisku.id

namaperusahaan.co.id

Tanpa domain, sebenarnya website masih bisa diakses menggunakan alamat server tertentu, tetapi jelas kurang nyaman dan tidak profesional untuk bisnis.

Harga domain tergantung ekstensi dan registrar yang digunakan. Untuk domain .com, salah satu registrar Indonesia, Rumahweb, melakukan penyesuaian harga pada April 2026 menjadi sekitar Rp195.000 per tahun untuk registrasi dan renewal. (Rumahweb)

Jadi secara realistis, kamu bisa menyiapkan kisaran:

  • .com: sekitar Rp150.000–Rp250.000 per tahun;
  • .net: biasanya sedikit lebih tinggi;
  • .id: tergantung jenis domain;
  • .co.id: biasanya membutuhkan dokumen bisnis tertentu dan harganya bisa berbeda;
  • domain premium: bisa jauh lebih mahal.

Ada satu hal yang sering dilupakan orang:

harga registrasi pertama belum tentu sama dengan harga perpanjangan.

Beberapa provider memberikan promo tahun pertama yang sangat murah.

Misalnya domain hanya Rp20 ribu atau bahkan gratis kalau membeli hosting tertentu.

Tetapi tahun berikutnya kembali ke harga normal.

Jadi jangan cuma lihat:

“Domain Rp10.000!”

Lihat juga harga renewal.

Karena domain adalah aset jangka panjang.

Berapa Biaya Hosting Website di 2026?

Kalau domain adalah alamat rumah, hosting adalah tempat rumahnya berdiri.

Di sinilah file website, gambar, database, aplikasi, dan berbagai data disimpan.

Harga hosting sangat bervariasi berdasarkan kapasitas dan jenis layanan.

Untuk shared hosting, saat ini provider Indonesia masih menawarkan paket mulai dari puluhan ribu rupiah per bulan. Rumahweb misalnya menawarkan hosting mulai sekitar Rp15.000 per bulan, dengan beberapa paket memberikan fasilitas seperti SSL dan domain. (Rumahweb)

Untuk website kecil, budget hosting kira-kira bisa berada di kisaran:

Rp200 ribu sampai Rp1 juta per tahun.

Website bisnis yang lebih berat tentu bisa membutuhkan resource lebih besar.

Kalau sudah menggunakan VPS atau cloud, biaya bisa mulai dari ratusan ribu per bulan sampai jutaan rupiah, tergantung:

  • CPU;
  • RAM;
  • storage;
  • bandwidth;
  • lokasi server;
  • managed atau unmanaged;
  • backup;
  • kebutuhan scaling.

Jadi jangan langsung memilih hosting paling mahal.

Untuk company profile lima halaman yang dikunjungi 500 orang per bulan, VPS 16 GB RAM mungkin sedikit berlebihan.

Shared Hosting atau VPS? Pengaruhnya ke Biaya Website 2026

Pilihan hosting sangat memengaruhi biaya tahunan.

Untuk website sederhana seperti:

  • company profile;
  • blog;
  • portfolio;
  • landing page;
  • website UMKM;

shared hosting biasanya sudah cukup.

Biayanya relatif murah karena satu server digunakan oleh banyak pengguna.

Kalau website berkembang menjadi aplikasi custom, ecommerce besar, atau mempunyai traffic yang jauh lebih tinggi, kamu mungkin mulai membutuhkan VPS.

Misalnya VPS menghabiskan Rp200 ribu per bulan.

Berarti setahun:

Rp200.000 × 12 = Rp2.400.000.

Belum termasuk backup atau jasa pengelolaan server jika diperlukan.

Cloud bisa lebih fleksibel lagi, tetapi biaya sangat tergantung penggunaan.

Inilah kenapa ketika menghitung harga pembuatan website, jangan cuma menghitung biaya awal.

Hitung juga biaya operasional tahunan.

Biaya Jasa Membuat Website 2026

Nah, ini bagian yang paling besar variasinya.

Harga developer atau jasa pembuatan website bisa mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah.

Kenapa perbedaannya sangat jauh?

Karena website yang dikerjakan juga berbeda.

Data marketplace jasa Indonesia pada 2026 menunjukkan penawaran yang sangat luas. Di Projects.co.id misalnya terdapat freelancer yang menawarkan landing page atau company profile mulai sekitar Rp600 ribu sampai Rp2,5 juta tergantung fitur. (Projects.co.id)

Di Fastwork, kisaran yang lebih umum untuk website profesional lebih tinggi. Panduan harga mereka pada 2026 memperkirakan:

  • website sederhana: sekitar Rp1–3 juta;
  • company profile: sekitar Rp3–7 juta;
  • toko online: sekitar Rp5–15 juta;
  • website custom: menyesuaikan kompleksitas dan bisa jauh lebih tinggi. (Fastwork)

Jadi jangan heran kalau penawaran antara freelancer A dan developer B berbeda lima kali lipat.

Lihat scope pekerjaannya.

Biaya Membuat Landing Page 2026

Landing page biasanya menjadi jenis website paling sederhana.

Biasanya hanya memiliki satu halaman panjang yang berisi:

headline;

deskripsi produk;

benefit;

testimonial;

harga;

FAQ;

CTA.

Harga jasa landing page di marketplace freelancer sangat bervariasi.

Ada yang mulai ratusan ribu.

Untuk landing page bisnis profesional, budget realistis sekitar:

Rp500 ribu–Rp3 juta.

Kenapa bisa lebih mahal?

Karena landing page bukan cuma soal HTML dan CSS.

Kalau dibuat serius, ada pekerjaan lain seperti:

copywriting;

UI/UX;

responsive design;

form;

integrasi WhatsApp;

Google Analytics;

tracking iklan;

optimasi kecepatan;

SEO dasar.

Landing page Rp500 ribu dan Rp3 juta mungkin sama-sama satu halaman.

Tetapi kedalaman pengerjaannya bisa sangat berbeda.

Biaya Membuat Website Company Profile 2026

Company profile adalah jenis website yang paling umum untuk bisnis.

Biasanya terdiri dari:

Home;

Tentang Kami;

Layanan;

Portfolio;

Blog;

Kontak.

Berdasarkan panduan Fastwork 2026, website company profile profesional berada di kisaran Rp3 juta sampai Rp7 juta. (Fastwork)

Tetapi di marketplace freelancer juga masih ada banyak penawaran mulai Rp1 juta–Rp2,5 juta, tergantung teknologi dan tingkat customisasi. (Projects.co.id)

Jadi untuk UMKM atau bisnis kecil, budget realistis bisa sekitar:

Rp1,5 juta–Rp5 juta.

Sementara perusahaan yang membutuhkan desain custom, banyak halaman, copywriting profesional, photography, atau workflow approval bisa menghabiskan jauh lebih besar.

Yang perlu ditanyakan bukan:

“Kenapa website ini Rp5 juta?”

Tanyakan:

“Dalam Rp5 juta, saya mendapatkan apa saja?”

Biaya Membuat Toko Online 2026

Website ecommerce jelas lebih kompleks.

Kamu tidak cuma membuat halaman.

Ada sistem transaksi.

Fitur yang biasanya dibutuhkan:

  • katalog produk;
  • kategori;
  • cart;
  • checkout;
  • payment gateway;
  • ongkir;
  • status pesanan;
  • dashboard admin;
  • stok;
  • customer account;
  • invoice.

Fastwork memperkirakan harga website toko online profesional sekitar Rp5 juta–Rp15 juta pada 2026, tergantung fitur. (Fastwork)

Di marketplace freelancer, penawaran sederhana memang bisa lebih rendah.

Misalnya ecommerce dasar dengan cart dan dashboard sederhana bisa ditemukan sekitar Rp1,7 juta–Rp2 juta. (Projects.co.id)

Tetapi jangan langsung membandingkan angka tersebut satu banding satu.

Toko online sederhana tanpa payment gateway jelas berbeda dengan ecommerce yang terhubung ke:

Midtrans;

Xendit;

RajaOngkir;

ERP;

inventory;

marketplace;

WhatsApp API.

Semakin banyak sistem yang harus berkomunikasi, semakin besar biaya development dan testing.

Website Custom Bisa Jauh Lebih Mahal

Website custom sebenarnya sudah mulai mendekati istilah web application.

Misalnya perusahaan membutuhkan:

sistem absensi;

sistem booking;

dashboard internal;

CRM;

inventory;

portal pelanggan;

sistem keuangan;

multi-role user.

Di sini harga tidak lagi ditentukan berdasarkan “berapa halaman”.

Developer harus memperhitungkan:

database;

alur sistem;

role dan permission;

keamanan;

API;

business logic;

testing;

deployment;

maintenance.

Marketplace freelancer pada 2026 menampilkan proyek custom sederhana mulai beberapa juta rupiah. Di Fastwork misalnya terdapat paket custom web application mulai sekitar Rp5 juta. (Fastwork)

Tetapi sistem perusahaan yang kompleks bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Karena itu pertanyaan:

“Berapa harga website custom?”

mirip seperti bertanya:

“Berapa harga membangun rumah?”

Jawabannya baru bisa masuk akal setelah tahu ukurannya.

Contoh Perhitungan Biaya Website UMKM 2026

Supaya lebih gampang, mari kita buat contoh.

Bayangkan sebuah coffee shop ingin mempunyai website sederhana.

Kebutuhan:

  • homepage;
  • menu;
  • tentang kami;
  • galeri;
  • lokasi;
  • tombol WhatsApp.

Domain .com:

sekitar Rp195.000/tahun.

Hosting:

misalnya sekitar Rp300.000–Rp500.000/tahun.

Jasa pembuatan:

misalnya Rp2.000.000.

Total tahun pertama:

sekitar Rp2.495.000–Rp2.695.000.

Tahun kedua?

Kalau tidak ada redesign besar, biasanya hanya perlu domain, hosting, dan maintenance.

Artinya biaya tahunan bisa jauh lebih rendah dibanding biaya awal.

Contoh Biaya Website Company Profile Profesional

Sekarang sebuah perusahaan membutuhkan website yang lebih serius.

Kebutuhan:

8 halaman;

blog;

admin CMS;

form kontak;

SEO dasar;

Google Analytics;

responsive;

custom design.

Perkiraan:

Domain: Rp200 ribu.

Hosting bisnis: Rp800 ribu.

Development: Rp5 juta.

Maintenance tahunan: misalnya Rp1,5 juta.

Total tahun pertama:

sekitar Rp7,5 juta.

Apakah angka tersebut selalu sama?

Tentu tidak.

Tetapi setidaknya sekarang terlihat komponen biayanya.

Contoh Biaya Website Toko Online

Sekarang bayangkan toko fashion.

Kebutuhan:

100 produk;

cart;

checkout;

payment gateway;

shipping;

customer account;

dashboard;

notifikasi transaksi.

Estimasi sederhana:

Domain: Rp200 ribu.

Hosting/cloud: Rp1,5 juta.

Development: Rp8 juta.

Plugin/API tambahan: Rp1 juta.

Maintenance: Rp2 juta.

Total:

sekitar Rp12,7 juta pada tahun pertama.

Sekali lagi, ini contoh.

Toko online sederhana mungkin jauh lebih murah.

Ecommerce kompleks bisa jauh lebih mahal.

Ada Biaya Website yang Sering Tidak Dihitung

Ini bagian penting.

Banyak orang membuat budget:

Domain.

Hosting.

Developer.

Selesai.

Padahal belum tentu.

Ada beberapa biaya tambahan yang mungkin muncul:

  • SSL premium;
  • email bisnis;
  • plugin premium;
  • theme premium;
  • maintenance;
  • backup;
  • CDN;
  • payment gateway;
  • API;
  • copywriting;
  • photography;
  • desain banner;
  • SEO;
  • iklan;
  • security;
  • monitoring server.

Beberapa provider hosting sudah menyediakan SSL gratis menggunakan Let's Encrypt.

Jadi kamu belum tentu harus membeli SSL premium.

Begitu juga theme.

WordPress punya banyak theme gratis.

Tetapi kalau membutuhkan plugin premium tertentu, mungkin ada biaya tahunan.

Karena itu selalu tanyakan:

“Apakah ada biaya berlangganan setelah website selesai?”

Jangan Lupa Biaya Maintenance Website

Website bukan brosur yang dicetak lalu selesai.

Software perlu dirawat.

Plugin perlu di-update.

Server perlu dipantau.

Backup harus dicek.

Bug bisa muncul.

Kalau website WordPress, misalnya, ada update WordPress, plugin, dan theme.

Kalau website custom Laravel, Node.js, atau framework lain, dependency juga perlu diperbarui dari waktu ke waktu.

Harga maintenance sangat bervariasi.

Ada developer yang memasukkan maintenance tiga bulan pertama ke paket.

Ada yang mengenakan biaya bulanan.

Ada juga yang bekerja berdasarkan request.

Marketplace Sribu pada 2026 bahkan menampilkan jasa maintenance website mulai sekitar Rp2 juta per bulan, meski tentu harga sangat tergantung scope. (Sribu)

Untuk website kecil, maintenance tidak selalu semahal itu.

Bisa dilakukan sendiri kalau punya kemampuan teknis.

Template vs Custom Design: Pengaruh Besar ke Harga

Ini salah satu faktor besar dalam harga.

Website berbasis template jauh lebih cepat dibuat.

Developer tinggal memilih template, mengganti:

logo;

warna;

foto;

teks;

layout tertentu.

Karena waktu pengerjaan lebih singkat, harga juga lebih murah.

Custom design berbeda.

Desainer mungkin harus:

riset competitor;

membuat wireframe;

menentukan design system;

membuat UI;

revisi;

baru kemudian developer mengimplementasikan.

Jadi jangan membandingkan:

“Website saya cuma lima halaman, kok Rp10 juta?”

Jumlah halaman bukan satu-satunya indikator kompleksitas.

Satu landing page custom dengan animasi dan interaksi rumit bahkan bisa lebih mahal daripada website 20 halaman berbasis template.

Fakta Menarik: Harga Website Bisa Berbeda Lebih dari 10 Kali Lipat

Kalau melihat pasar jasa Indonesia pada 2026, rentangnya memang ekstrem.

Di Projects.co.id ada penawaran company profile mulai sekitar Rp500 ribu–Rp1 juta. (Projects.co.id)

Sementara panduan Fastwork menempatkan website company profile profesional di kisaran Rp3 juta–Rp7 juta. (Fastwork)

Di platform freelancer lain, paket website profesional dengan CMS bisa mulai sekitar Rp3,3 juta, sementara web app custom mulai Rp5 juta. (Fastwork)

Artinya harga jasa bisa berbeda berkali-kali lipat.

Itu bukan sesuatu yang aneh.

Developer junior, freelancer senior, software house, dan digital agency memang punya struktur biaya berbeda.

Yang perlu dibandingkan adalah:

scope, kualitas, support, pengalaman, teknologi, dan hasil akhirnya.

Bukan harga saja.

Website Murah Itu Jelek?

Belum tentu.

Website Rp1 juta bisa sangat bagus kalau kebutuhanmu sederhana.

Misalnya kamu cuma butuh landing page:

produk;

deskripsi;

foto;

harga;

WhatsApp.

Tidak ada alasan memaksakan budget Rp20 juta.

Sebaliknya, website murah menjadi masalah kalau kebutuhan sebenarnya kompleks.

Misalnya bisnis membutuhkan:

sistem pembayaran;

login pelanggan;

data sensitif;

ribuan transaksi;

integrasi API.

Lalu memilih developer hanya karena paling murah.

Risikonya jauh lebih besar.

Jadi harga murah atau mahal bukan masalah utamanya.

Masalahnya adalah ketidaksesuaian antara biaya dan kebutuhan.

Cara Menghemat Biaya Membuat Website 2026

Kalau budget terbatas, ada beberapa strategi.

Pertama, mulai dari Minimum Viable Website.

Tidak perlu langsung membuat 30 fitur.

Misalnya bisnis membutuhkan website.

Mulai dari:

Home;

Layanan;

Tentang;

Kontak.

Setelah bisnis berkembang, tambahkan fitur lain.

Kedua, gunakan template kalau custom UI bukan kebutuhan utama.

Ketiga, pilih shared hosting dulu jika traffic masih kecil.

Keempat, gunakan software open-source.

WordPress misalnya bisa menekan biaya development untuk banyak jenis website.

Kelima, siapkan konten sendiri.

Foto, copywriting, dan data yang belum siap sering membuat pengerjaan lebih lama.

Cara Memilih Jasa Pembuatan Website

Jangan hanya bertanya:

“Berapa harganya?”

Berikan brief.

Minimal jelaskan:

  1. jenis bisnis;
  2. tujuan website;
  3. jumlah halaman;
  4. fitur;
  5. apakah butuh admin;
  6. apakah ada login user;
  7. apakah ada pembayaran;
  8. apakah domain dan hosting sudah tersedia;
  9. contoh website yang disukai;
  10. deadline.

Dengan informasi tersebut, developer bisa memberikan estimasi lebih akurat.

Kemudian tanyakan juga:

  • apakah source code diberikan;
  • berapa kali revisi;
  • apakah deployment termasuk;
  • apakah domain termasuk;
  • apakah hosting termasuk;
  • apakah SSL termasuk;
  • berapa lama support;
  • siapa pemilik akun domain dan hosting.

Poin terakhir sangat penting.

Pastikan domain bisnis terdaftar atas akses yang kamu kontrol.

Jangan sampai bertahun-tahun kemudian domain ternyata hanya bisa diakses oleh developer lama yang sudah tidak bisa dihubungi.

Perspektif Baru: Website Adalah Aset, Bukan Sekadar Biaya

Ada satu cara pandang yang menurut saya perlu diubah.

Misalnya website menghabiskan Rp5 juta.

Banyak bisnis langsung berpikir:

“Wah mahal.”

Tapi coba lihat dari sisi lain.

Kalau website tersebut bertahan tiga tahun:

Rp5 juta ÷ 36 bulan = sekitar Rp139 ribu per bulan.

Kalau dari website masuk satu pelanggan dengan profit Rp500 ribu setiap bulan, secara bisnis investasi tersebut sudah cukup masuk akal.

Jadi jangan hanya melihat:

“Berapa biaya website?”

Tanyakan juga:

“Website ini akan menghasilkan nilai apa untuk bisnis?”

Website company profile mungkin meningkatkan kepercayaan.

Landing page bisa menghasilkan leads.

Ecommerce menghasilkan transaksi.

Sistem internal bisa menghemat waktu karyawan.

Nilai website tidak selalu terlihat dari jumlah kunjungan.

Checklist Budget Membuat Website

Sebelum menghubungi developer, siapkan budget untuk:

  • domain;
  • hosting;
  • desain;
  • development;
  • plugin;
  • API;
  • konten;
  • maintenance;
  • backup;
  • marketing.

Kemudian pisahkan:

biaya awal

dan

biaya tahunan.

Contohnya:

Tahun pertama:

Rp5 juta.

Tahun berikutnya:

Rp1,5 juta.

Model seperti ini akan membuat budget lebih jelas.

Kesimpulan

Jadi, biaya membuat website 2026 sangat tergantung kebutuhan.

Sebagai gambaran kasar untuk pasar Indonesia:

  • Landing page: sekitar Rp500 ribu–Rp3 juta.
  • Company profile: sekitar Rp1,5 juta–Rp7 juta.
  • Toko online: sekitar Rp5 juta–Rp15 juta atau lebih.
  • Website/web app custom: mulai beberapa juta hingga puluhan juta rupiah.
  • Domain .com: sekitar Rp150 ribu–Rp250 ribu per tahun.
  • Hosting kecil: mulai sekitar Rp200 ribu–Rp1 juta per tahun.

Angka tersebut bukan harga baku.

Pasar freelancer bisa menawarkan lebih rendah, sementara agency atau software house dengan proses desain, testing, dokumentasi, dan support lengkap bisa jauh lebih tinggi.

Karena itu jangan mulai dengan pertanyaan:

“Website paling murah berapa?”

Mulai dengan:

“Website ini harus membantu bisnis saya melakukan apa?”

Tuliskan tujuan.

Daftar fitur.

Tentukan budget.

Setelah itu baru bandingkan beberapa penawaran.

Karena website yang paling murah belum tentu paling hemat.

Dan website paling mahal juga belum tentu paling bagus.

Pilihan terbaik adalah website yang sesuai kebutuhan, mudah dirawat, bisa berkembang, dan memberikan nilai lebih besar daripada biaya yang kamu keluarkan.

 

 

#BiayaWebsite #Website2026 #JasaPembuatanWebsite #WebHosting #Domain #WebsiteBisnis #WebDevelopment